Memaafkan

Maaf, adalah sebuah hadiah yang diberikan pada seseorang yang telah berbuat kesalahan baik kesalahan yang besar maupun kecil. Kadang, kata maaf hanya diberikan jika diminta, tapi kadang tidak. Sulit memang, bahkan sangat sulit, untuk memberi maaf pada seseorang yang bersalah terutama jika orang tersebut telah melakukan kesalahan yang besar, seperti membakar sekolah atau sesuatu yang besar atau berharga bagi hati seseorang.. tapi tetap saja..masih “sulit”,.. bukan berarti bahwa tidak mungkin bisa… Kadang, mendapatkan maaf membutuhkan energi ekstra, pemikiran ekstra..

Kenapa maaf, terkadang, sulit sekali diberikan?

Seseorang mengatakan, “..sulit untuk memaafkan seseorang karena dia terlalu mudah untuk berbuat salah..” yang lain mengatakan, “..meminta izin lebih sulit daripada minta maaf…”

Memaafkan bukan persoalan kenapa. Tapi memaafkan adalah tentang hidup. Tentang sesuatu yang lebih besar daripada uang, sesuatu yang lebih berat dari gunung. Ini adalah tentang persahabatan. Sesuatu yang membuat kita merasa berharga hidup di dunia yang kejam ini. Sesuatu yang bisa membuat hidup kita lebih berwarna.

Dunia yang keras ini sebenarnya penuh warna. Ada banyak warna di dalamnya. Ada Mr. Red yang selalu marah, Mr. Blue yang selalu sabar, paman “Green” yang selalu dermawan… Jika dunia ini penuh warna, maka tentu saja akan ada banyak friksi. Jika banyak friksi, tentu banyak pula kesalahan, banyak perdebatan.

Hal yang wajar, ketika seseorang melakukan kesalahan, karena “..Satu-satunya orang yang tidak pernah melakukan kesalahan adalah orang yang tidak pernah melakukan apapun..” (Theodore Rosevelt). Kenyataannya, tak ada satupun manusia yang tidak melakukan apapun. Ya, tidak ada. Jadi, mengapa kita tidak mengecamkan dalam pikiran kita saja bahwa berbuat kesalahan adalah sesuatu yang tidak, katakanlah, aneh… tentu bukan berarti bahwa kita tidak melakukan apapun agar tidak berbuat salah. Yang saya maksud adalah, ketika kesalahan terlanjur dibuat, tidak mungkin dapat dikembalikan. Jadi, biarkan saja berlalu..

Ketika seseorang berbuat salah pada kita, kita jangan menjauh darinya. Kita harus membuat sebuah diskusi atau komunikasi positif dengannya tentang kesalahannya sehingga kita mengetahui letak kesalahannya. Kemudian ketika pembicaraan selesai, semoga kita akan menemukan solusi dari kesalahan tersebut, atau minimal semua menjadi cerah.

Brian Tracy mengatakan, “..Maaf adalah perbuatan yang sangat egois. Dia membebaskanmu dari masa lalu..”
Ya,
Apa yang kita butuhkan ketika seseorang berbuat salah pada kita, adalah menatap ke depan, kemudian menjalani kehidupan yang lebih baik..

Tetaplah menjadi pemaaf, dan tetaplah positif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s