Antara Debat dan Diskusi

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman update status di facebook, yang intinya, “seringkali perdebatan bukanlah untuk mencari solusi, akan tetapi hanya ajang mempertahankan ego untuk mendapatkan pengakuan”. Ini adalah pemikiran yang cukup sederhana sebenarnya, tetapi banyak orang yang tidak menyadarinya. Pada kesempatan ini saya ingin menguraikan update status beliau itu.

Saya mengikuti beberapa forum atau grup diskusi di berbagai tempat, baik di facebook maupun di mailing list. Seringkali, peserta diskusi (debat), hanya mementingkan pendapat pribadinya. Mereka bahkan tidak bersedia meng-counter pendapat atau menjawab pertanyaan peserta diskusi yang lain, tetapi justru memunculkan topik baru. Ini kan sangat bodoh.

Sebaiknya memang kata “diskusi” dan “debat” harus benar-benar dipisahkan. Diskusi adalah pembicaraan yang mengarah ke pencarian kebenaran/solusi, sedangkan debat adalah pembicaraan yang mengarah pada pertahanan opini saja. Diskusi menggunakan kedewasaan berfikir, sedangkan debat menggunakan ego. Saya yakin jika kita menemui diskusi atau perdebatan, kita akan dapat membedakannya dengan mudah.

Jadi sebenarnya yang ada banyak di forum-forum yang saya ikuti itu, ternyata banyak di antaranya adalah sekedar perdebatan saja. Jika ada debat, selalu saja tidak ada kesimpulan. Lalu buat apa mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk sesuatu yang tidak ada hasil atau kesimpulannya?

Ketika ada seseorang melakukan “penyerangan pemikiran” terhadap pihak terserang, maka sudah selayaknya pihak terserang meng-counter dengan bijaksana dan kepala yang dingin, penyerang harus diajak diskusi, harus. Akan tetapi, jika diskusi yang ada terasa sedikit bodoh dan tanpa kedewasaan, maka sebaiknya ditinggalkan saja. Kedua belah pihak sebaiknya mendoakan untuk yang terbaik mengenai lawannya, dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Ini karena sebagian manusia, walaupun sudah tua, masih ada yang tidak sanggup untuk berfikir dewasa, bagi mereka sentimen dan ego adalah yang utama.

Jika ada yang salah, maka yang salah harus diingatkan untuk dibenarkan, akan tetapi jika yang bersalah tetap saja istiqomah untuk selalu salah, maka sesungguhnya Allah SWT tahu yang terbaik untuk hamba-Nya.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua dari pikiran yang salah.

2 thoughts on “Antara Debat dan Diskusi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s