Menjadi Pribadi yang Outstanding

Beberapa waktu yang lalu, saya mendengarkan ceramah dari salah seorang maestro motivator Indonesia, dalam acara Mutiara Subuh di ANTV, beliau adalah Reza M. Syarief. Pada kesempatan itu Reza membahas tema “menjadi pribadi outstanding“.

Reza mengatakan bahwa Rasulullah SAW adalah seorang yang benar-benar outstanding. Outstanding artinya adalah luar biasa, seseorang yang melakukan segala sesuatu dengan cara dan hasil lebih baik dari orang kebanyakan. Jika nilai rata-rata kelas adalah 8, maka seseorang yang outstanding akan mendapatkan nilai 9 bahkan 10.

Kunci untuk menjadi pribadi yang outstanding ini adalah rangkaian kata yang terangkum dalam kata “CARE”. Care, secara kata utuh berarti peduli, peduli kepada diri sendiri, peduli kepada orang lain dan lingkungan sekitar serta peduli kepada posisi dan tanggungjawab kita di hadapan Allah SWT.

CARE, dalam penjelasan Reza M. Syarief, adalah singkatan dari Commitment – Achievement – Responsibility – Enthusiastic.

Commitment, berarti bahwa seseorang yang outstanding harus mempunyai commitment mengenai pandangan hidupnya atau sesuatu yang dia pegang. Pada zaman ketika Rasulullah SAW masih hidup, Rasulullah SAW pernah hidup di antara Orang-orang yang menyembah berhala. Akan tetapi Rasulullah SAW tidak meluruh, beliau senantiasa memegang prinsip keislaman dalam diri beliau. Beliau tetap berkomitmen kepada Allah SWT untuk menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.

Achievement, berarti bahwa dimanapun seseorang berada, dia harus bisa berprestasi. Kita ingat bahwa Rasulullah SAW dulu adalah seorang yang sangat ahli dalam berdagang. Di dalam rumahtangga, beliau adalah seseorang suami yang berakhlaq paling mulia terhadap istrinya. Ketika memimpin perang, hampir seluruhnya menghasilkan kemenangan. Jadi, dimanapun posisi kita, kita harus mampu menempatkan diri, profesional, sehingga mampu berprestasi, mampu memberikan kontribusi terbaik dimana kita berada.

Responsibility, berasal dari kata Respon dan Ability, kemampuan untuk merespon sesuatu. Ada dua macam responsibility, proaktif dan reaktif. Beda proaktif dan reaktif adalah, reaktif adalah respon yang dilakukan setelah masalah terjadi, sedangkan proaktif berarti kita bisa menyelesaikan masalah yang mungkin terjadi sebelum masalah itu sendiri terjadi. Ini sesuai dengan Rasulullah SAW yang selalu mempunyai perencanaan yang jitu terkait segala sesuatu yang beliau kerjakan. Tentunya kita masih ingat strategi legendaris pada Perang Khandaq yang direncanakan oleh Rasulullah SAW bersama sahabat-sahabat beliau. Ini adalah bukti bahwa Rasulullah adalah seseorang yang sangat proaktif.

Enthusiastic, tidak berarti sekedar semangat. Akan tetapi, semangat yang disertai dengan impact yang nyata, yaitu semangat yang menyemangati. Jika kita mengingat khutbah-khutbah Rasulullah SAW, beliau selalu bersemangat dan menularkan semangat itu kepada ummatnya. Ketika berperang, tidak ada mujahidin yang gentar di medan perang. Inilah arti enthusiastic, semangat seseorang yang membuat orang lain di sekitarnya menjadi ikut semangat.

Bagaimana dengan kita?
Maukah kita menjadi pribadi yang outstanding?

Semoga hidup anda bahagia dan diberkahi Allah SWT.
Aamiin

2 thoughts on “Menjadi Pribadi yang Outstanding”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s