Ikhwan Pemalu dan Pernikahan Karena Allah

Selain cerita yang kemarin itu, ternyata ada juga cerita menarik yang lain. Kali ini tentang ikhwan pemalu yang jatuh cinta kepada seorang akhwat tak kalah pemalunya. Keduanya aktif di salah satu LDK di Universitas terkenal di Indonesia. Mereka berdua berada di sebuah jamaah yang mempunyai tradisi menikah melalui perantara.

Sebagian orang menilai menikah dengan perantara adalah keharusan, karena ini demi terjaganya hati seseorang. Di lain pihak, tidak sedikit juga yang menilai bahwa menikah melalui perantara terkesan tidak “jantan” atau “cemen”, karena Sang Ikhwan tidak berani sendiri berhadapan langsung di hadapan orangtua dan/atau si Akhwat yang akan dilamarnya.

Sayangnya yang ingin saya ceritakan kali ini bukanlah tentang baik-tidaknya menikah dengan perantara, melainkan cerita Sang Ikhwan yang ingin menikah melalui perantara ini tadi.

Begini ceritanya,…
Oleh karena niat dan tingkat kebutuhan akan menikah sudah membara, akhirnya Toni, ikhwan yang saya maksud tadi, berniat menikahi Eli, seorang akhwat aktifis dakwah di sebuah LDK. Toni kemudian menemui Ustadz perantaranya, karena sangat pemalu, Toni hanya menyerahkan kriteria Eli tanpa menyebutkan namanya. Toni sangat yakin bahwa dengan menuliskan beberapa baris kriteria tersebut, maka Pak Ustadz akan memilihkan Eli sebagai pendampingnya. Toni menulis kriteria tersebut sambil membayangkan Eli.

Sang Ustadz kemudian memilihkan akhwat untuk Toni, “Ton, udah nih, kamu siap ndak ditemuin sama beliaunya?”, tanya Ustadz. Toni dengan optimis menjawab “Siap, Pak, saya tsiqoh lillahi ta’ala saja sama antum, saya akan melamarnya langsung”.

Akhirnya tibalah waktu yang disepakati sebelumnya untuk pertemuan Toni dan calon pilihan Ustadz ini. Mereka memutuskan untuk bertemu di sebuah mushola kecil di belakang kampus. Toni didampingi Ustadznya, yang akhwat didampingi Ustadzahnya. Mereka duduk bersama dengan dibatasi sebuah tirai hijab. “Ton, kamu siap?” tanya Ustadz. “InshaAllah!” Mantab si Toni.

Kemudian dibukalah tirai yang memisahkan mereka berdua, “Lhoh??” refleks kaget si Toni, tapi langsung tenang lagi setelah disenggol oleh Ustadz. Ternyata akhwat yang dipilihkan Ustadz adalah Leni. Kebetulan memang Eli dan Leni mempunyai karakter yang sama, dan itulah sebabnya kenapa Eli dan Leni bersahabat, maka tidak salah juga Ustadz memilihkan Leni.

Sepersekian detik hati Toni memang hancur berkeping-keping. Tapi buru-buru Toni berdzikir untuk segera meluruskan niat, bahwa pernikahan ini hanya karena Allah. “Gimana?” tanya Ustadz lagi untuk meyakinkan.”InshaAllah Pak” jawab Toni pelan, dengan hati yang belum stabil 100%.

Long story short, akhirnya pernikahan Toni dan Leni dilangsungkan, dan subhanallah, beberapa tahun berjalan, rumah tangga mereka penuh berkah dan bahagia walau tanpa cinta sebelumnya. Cinta itu berhasil mereka bangun atas dasar cinta mereka kepada Sang Ilahi.

………

Jadi apa hikmahnya?
Silahkan disimpulkan sendiri saja,…

Semoga hari anda selalu bahagia dan diberkahi Allah SWT…
Aamiin

7 thoughts on “Ikhwan Pemalu dan Pernikahan Karena Allah”

  1. betapa banyak ni’mat dan karunia Allah yang terkandung pada hal-hal yang tidak kita sukai dari diri kita, akan tetapi telah benar Allah yang lebih tau dan lebih tepat dan RasulNya>
    Boleh jadi, kamu membenci sesuatu padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu membenci sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah paling mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (QS:Al baqarah:216)

    1. عَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٢١٦)

      “Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s