Antara Wanita, Dapur, Sumur dan Kasur

Dewasa ini topik bahasan tentang Wanita dalam kaitannya dengan tugas-tugas rumahtangganya menjadi mendadak hangat. Apalagi setelah terbentuknya komnas perlindungan wanita dan hadirnya aktifis HAM.

Kembali ke masalah wanita dan tugas-tugas rumahtangganya, seiring berjalannya waktu, muncullah istilah “wanita itu ya dapur-kasur-sumur”. Ya marah lah itu banyak wanita, apalagi si aktifis-aktifis perempuan itu. Banyak wanita yang tidak terima. Ya jelas aja wong penyampaiannya kasar sekali…

Walau begitu saya sebenarnya heran, kenapa harus marah?
Tak dipungkiri mungkin bagi sebagian wanita, kata “dapur-kasur-sumur” memang sedikit kasar, tapi sebenarnya, kalau mau jujur, emang mana salahnya? itu kan nama-nama lokasi saja.

Lagipula harus dimana lagi wanita harus mengembangkan profesionalismenya? Di Kantor membiarkan anaknya mempunyai pola pikir sekelas pengasuh/pembantunya? Di rumah orang lain untuk ngerumpi-arisan? ato di diskotik senang-senang?
Atau haruskah “dapur-kasur-sumur” diganti dengan “ruang tamu-balkoni-toilet-loteng”? gak lucu donk,… lagipula sebenarnya istilah “dapur-kasur-sumur” ini kan asal usulnya adalah sebuah filosofi yang mendalam tentang betapa pentingnya peran seorang wanita dalam sebuah rumah tangga.

Bayangkan jika anda memiliki istri yang pandai memasak, menjaga rumah selalu dalam keadaan yang bersih dan tertata dengan baik, mendidik anaknya menjadi mandiri dan cerdas, juga mampu melayani kebutuhan suami dan anak dengan baik.
Ngiler juga ente,…
Dan alhamdulillah saya mempunyai istri sekeren itu,.. Jadi ndak perlu membayangkan lagi,.. hehe

Jadi ini sebenarnya justru adalah kemuliaan bagi wanita jika ditilik dari segi filosofinya. Jika dipandang istilah ini kasar dan meremehkan, ya sebaiknya aktifis perempuan itu ndak perlu lagi membahasnya, karena dengan sendirinya istilah ini akan hilang seiring berjalannya waktu. Ato biarkan saja istilah itu mengalir, menjadi tren kebanggaan wanita masa kini dan masa depan.

Jadi ini hanya selintas pikiran saya saja. Sekedar mengingatkan betapa pentingnya peran wanita dalam sebuah rumahtangga. Jika wanita dalam rumahmu baik, maka baiklah rumahtanggamu inshaAllah..

Semoga hari anda menyenangkan…
Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s