Al Wala’ wal Bara’

Tinggal di negara yang berlandaskan syariat Islam, bukan berarti kita bisa lengah terhadap peluang-peluang bermaksiat. Ini semua harus dikembalikan ke diri masing-masing. Negara hanya menjalankan fungsinya secara global, tapi tidak mampu menjaga warganya secara intensif satu per satu. Maka kesadaran akan keberadaan Allah SWT adalah suatu keharusan. Kesadaran ini, yang berarti bahwa kita telah memahami makna ilah, makna Tuhan yang sebenarnya, harus mampu menggerakkan kita untuk senantiasa berhati-hati dalam tingkah laku. Kesadaran ini akan mengarahkan kita kepada kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki, inshaAllah.

Dua kalimat syahadat adalah bukan sekedar kata-kata, di dalamnya mengandung konsekuensi yang harus disadari. Dua kalimat syadahat ini terdiri dari “Laa ilaaha illallah” dan “Muhammadan Rasulullah”.

“Laa ilaaha illallah”, terdiri dari kata “laa” yang berarti “tidak” yang mengandung makna penolakan terhadap “ilaaha” yang berarti “tuhan-tuhan palsu” seperti patung-patung, pepohonan dan bahkan uang, sesuai dengan perlakuan yang disebutkan dalam makna ilah. Juga terdiri dari kata “illa” yang bermakna mengukuhkan bahwa “Allah”merupakan Tuhan kita sebenarnya.

“laa illah” merupakan sebuah wujud “Al Bara'”, yaitu pelepasan diri. Ini mengandung makna bahwa seseorang yang melakukan ini harus melakukan 4 hal, yaitu :
1. Mengingkari (al Kufru)
2. Memusuhi (al Adaawatu)
3. Memisahkan diri (al mufaasholatu)
4. Membenci (al Bughdhu)
Dimana keempat perlakuan tersebut mengarah pada “al Hadamu”, yang berarti penghancuran, penghancuran terhadap tuhan-tuhan palsu.

“illallah” merupakan sebuah wujud “al wala'”, yaitu kesetiaan/loyalitas. Ini mengandung makna bahwa seseorang yang melakukan ini harus melakukan 4 hal, yaitu :
1. Menaati (ath Thoatu)
2. Membela (an Nushratu)
3. Mendekatkan diri (al Qurbu)
4. Mencintai (al Machabbatu)
Dimana keempat perlakuan tersebut mengarah pada “al Binaa u”, yang berarti pembangunan, pembangunan terhadap Iman dan Takwa kepada Allah SWT.

“al Hadamu” dan “al Binaa u” ini harus dilakukan dengan dasar “al ikhlashu”, keikhlasan.

“Muhammadan Rasulullah”, merupakan pedoman dalam melaksanakan konsekuensi “laa ilaaha illallah”, yaitu “al wala'” dan “al bara'” tadi. Pedoman pelaksanaan ini mempunyai unsur utama antara lain :
1. Allah sebagai sumber nilai
2. Rasul sebagai sumber suri tauladan untuk setiap pelaksanaan peribadahan
3. Orang-orang beriman sebagai pelaksana.
Ini artinya, tentang bagaimana cara melaksanakan “al wala’ wal bara” dalam kaitannya dengan “laa ilaaha illallah”, kita (sebagai orang yang beriman) harus mengikuti semua yang diajarkan oleh Rasulullah SAW atas dasar ketentuan Allah SWT.

Sebagai salah satu contoh, ketika masa pertama Rasulullah menerima wahyu, di Makkah, beliau melaksanakan ibadah di ka’bah, padahal waktu itu di sana banyak sekali berhala. Rasulullah tidak langsung menumpas berhala tersebut, melainkan menunggu waktu yang tepat, berhijrah ke Madinah terlebih dahulu untuk menyusun kekuatan, kemudian kembali ke Makkah (dalam peristiwa Fathul Makkah) untuk menegakkan Islam secara penuh dan menghancurkan berhala-berhala itu. Ini bisa di analogikan dengan situasi sekarang di Indonesia, kita tidak bisa semerta-merta menegakkan Islam secara instant, karena kekacauan bisa terjadi dan imbasnya image Islam menjadi buruk, tapi sebaiknya penegakan Islam ini dilakukan dengan bertahap, pembinaan yang intensif dan terprogram. Jika kekuatan dan kualitas kepahaman terhadap indahnya Islam dalam masyarakat Indonesia ini sudah kuat, saat itulah kita menegakkan Islam bersama-sama.

Semoga Allah SWT selalu memberkahi rekan-rekan semuanya,…
aamiin

3 thoughts on “Al Wala’ wal Bara’”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s