Category Archives: Bagi-bagi

4 Tips Menghadiri Reuni

Reuni, adalah sebuah fenomena yang terjadi menyusul adanya musim mudik di Indonesia. Sebuah kegiatan yang biasanya digunakan untuk menjalin silaturahim yang telah lama putus, sehingga bisa erat lagi ini adalah suatu yang hal yang wajib diadakan ketika akhir lebaran atau setelah lebaran Idul Fitri.

Reuni adalah suatu hal yang sangat menyenangkan, hanya saja dari sebuah sisi, kadang kala reuni bisa jadi sangat menyakitkan. Tujuan reuni memang baik, tapi jika kita tidak berhati-hati, jangan-jangan malah menyebabkan ada pihak tertentu yang sakit hati.

Sebagian orang memutuskan untuk tidak ikut reuni karena masalah ketidakpercayaan diri, walau sebagian besar memang karena ada halangan, entah karena kerja atau acara keluarga. Yang kita akan bicarakan adalah yang alasannya karena ketidakpercayaan diri, karena minder.

Tidak jarang reuni jadi ajang pamer kemapanan, setiap orang yang menunjukkan apa yang ia peroleh selama mereka berpisah, walau sebenarnya tujuan utama reuni adalah silaturahim. Nah, jika reuni sudah menjauh dari tujuan utamanya, maka sebaiknya kita berhati-hati, jangan-jangan reuni malah jadi pemutus silaturahim.

Berikut ini adalah tips mengikuti reuni :

1. Berdandanlah sewajarnya.
Walau anda kaya raya, tidak perlu lah itu semua perhiasan emas dipakai trus ditunjuk-tunjukkan. Jika punya HP bagus-mahal-bergengsi, tidak perlu lah mainan HP melulu waktu reuni, kan tujuannya silaturahim, bukan mainan HP.

2. Hindari pertanyaan sensitif.
Pertanyaan yang kadangkala berpotensi bikin orang sensitif dan minder bagi kalangan tertentu antara lain :
a. Gimana kerjaanmu?
b. Sudah punya anak berapa?
c. Kapan nikah?
d. Kok masih begitu-begitu aja?
dan pertanyaan yang mengarah ke pribadi lainnya.

3. Obrolkan tentang masa lalu
Tentunya anda punya kenangan yang luar biasa di waktu yang lalu bersama teman-teman yang mengikuti reuni, entah kenangan lucu, kenangan memalukan maupun kenangan yang membanggakan yang bisa menyebabkan anda semua tertawa bersama-sama.

4. Obrolkan tentang masa depan
Maksudnya adalah bahwa reuni/silaturahim ini dijadikan sebagai ajang untuk membangun masa depan bersama-sama. Obrolan bisa berupa masalah kemungkinan bisnis bersama atau investasi.

Nah, saya rasa sekian dulu, semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat.
Met reuni dan semangat!!!

Advertisements

Cara Sederhana Memperkuat Daya Ingat

Image

Setiap hari kita mengalami pengalaman hidup yang berbeda-beda, maksudnya, apa yang terjadi hari ini tentu berbeda dengan yang kemarin. Segala sesuatu yang terjadi pada diri kita ini akan kita simpan dalam otak kita. Sayangnya otak kita ini terbatas, jadi kira-kira sebuah memori dianggap tidak penting, maka memori ini terbuang, sebaliknya, memori yang kita anggap penting, biasanya tersimpan dengan baik.

Ada hal yang menarik di sini, otak kita ini ternyata lebih mudah mengingat yang buruk-buruk, sesuatu yang negatif. Memori negatif benar-benar mudah sekali terjebak dan tidak bisa keluar dari otak kita. Ini mungkin adalah sebuah mekanisme insting manusia untuk melindungi diri dari hal yang tidak diinginkan. Misalkan saja pada suatu hari kita terpeleset di kamar mandi, kejadian ini ternyata terekam sebagai memori negatif dalam otak kita, maka ketika suatu saat nanti kita pergi ke kamar mandi lagi, kita akan jauh lebih hati-hati. Bandingkan ketika kita berkenalan dengan orang yang biasa-biasa saja, wajahnya biasa, penampilannya biasa dan yang lain sebagainya yang juga biasa, maka ketika suatu saat kita bertemu dengan dia lagi setelah sekian waktu, maka kita akan melupakannya dengan sangat mudah.

Dari analisis di atas, Continue reading Cara Sederhana Memperkuat Daya Ingat

Memahami Pengertian Obsessive-Compulsive Disorder

Akhir-akhir ini saya sedang tertarik dengan sebuah kelainan jiwa yang bernama Obsessive-Compulsive Disorder a.k.a. OCD. Saya sendiri baru tahu istilah ini setelah ada berita yang menyatakan bahwa salahsatu pemeran karakter utama dalam film Harry Potter ternyata mengalami ini.

Secara bahasa, sebenarnya Obsessive (obsesif) itu berarti keinginan seseorang yang kuat terhadap sesuatu. Jadi ketika anak gadis kelas satu SMA naksir dengan kakak tingkatnya, si anak gadis tersebut bisa disebut sebagai seseorang yang mengalami obsessive, atau katakanlah terobsesi. Nah, sedangkan compulsive itu artinya ternyata secara bahasa berarti istiqomah! jadi misalkan begini kalimatnya “si Joni itu sangat compulsif (compulsive) dalam menjaga kerapian kamarnya”. Jadi compulsif juga berarti perilaku teratur dan konsisten terhadap suatu kegiatan tertentu.

Akan tetapi, dalam dunia kesehatan jiwa ternyata obsesif dan compulsif ini ternyata berarti lain. Obsesi ternyata diartikan sebagai pikiran yang tidak diinginkan yang seringkali datang rutin terus-menerus yang seringkali membuat orang yang mempunyai obsesi ini merasa tidak nyaman. Jatuh Cinta, menurut saya adalah bagian dari perilaku obsesif ini. Sedangkan Kompulsif diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh obsesi.

Obsessive dan Compulsive ini sebenarnya normal terjadi pada banyak orang. Hanya saja hanya bisa dikatakan menjadi Disorder, hanya jika keberadaannya benar-benar mengganggu kehidupan orang yang mengalaminya.

Sementara ini, berdasarkan bahasan di atas, OCD ini sepertinya yang diserang adalah ketenangan pikiran dan hati. Jadi solusi awal mungkin adalah dzikrullah dan sholat malam kali ya. Saya percaya bahwa mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah salah satu cara terbaik dalam menjaga ketenangan pikiran dan hati.

Ohya, saya bukan psikiater, yang di atas itu cuma sok tahu aja, asal analogi aja. Jadi jika di antara anda ada yang mengalami gejala yang sama, psikiater adalah seseorang yang sebaiknya anda temui.

Semangat! ^_^

Pengalaman di KJRI Jeddah : Surat Pengantar Cuti

Lagi-lagi, saya berhubungan dengan birokrasi KJRI Jeddah. Kali ini adalah dalam rangka rencana saya cuti. Waktu itu saya berencana cuti tanggal 4 Agustus 2012. Tiket pesawat menunjukkan bahwa saya akan berangkat ke Indonesia tanggal 4 Agustus 2012 pagi jam 4.

Sekitar 1 minggu sebelum keberangkatan ke Indonesia, saya mendapat kabar dari rekan kerja saya yang juga dari Indonesia, bahwa saya harus membuat semacam surat pengantar cuti di KJRI.

Berbeda dengan ketika mengurus paspor anak, saat ingin mengurus surat cuti ini, hati saya tenang, karena saya tidak “parno” lagi dengan birokrasi di KJRI Jeddah. Perngalaman pertama sangat baik, jadi selanjutnya saya berharap juga baik.

Karena kesibukan pekerjaan, saya baru bisa mengurus surat itu hari Rabu, 1 Agustus 2012. Saya kemudian langsung masuk ke loket bagian ketenagakerjaan, yang berseberangan dengan loket membuat paspor. Di tempat itu saya langsung mengambil formulir pendaftaran yang di dalamnya tertulis syarat-syarat pembuatan surat cuti tersebut. Waktu itu saya mengalami kesulitan mengisi formulir pada bagian “No. ID majikan terakhir”, saya bingung. Dalam hati saya bertanya, “emang majikan saya siapa? pake nomor iqama lagi,…”.

Mengetahui saya kebingungan, salah satu petugas, yang duduk di loket paling tengah langsung meminta fotokopi paspor saya dan menunjukkan “No ID” yang dimaksud, trus, Continue reading Pengalaman di KJRI Jeddah : Surat Pengantar Cuti

Bahagia adalah Merasakan Makna

Sangatlah rugi, seseorang yang melewatkan momen yang terjadi dalam hidupnya. Seseorang yang waktu sholat memikirkan score pertandingan sepakbola. Seseorang yang memikirkan pekerjaan ketika makan malam bersama keluarga. Seseorang yang memikirkan teka-teki game ketika harus belajar fisika.

Syarat bahagia, menurut saya, adalah sederhana saja, salahsatunya adalah tidak kehilangan setiap momen yang terjadi dalam hidup.

Seseorang yang waktu sholat memikirkan score pertandingan sepakbola, tidak akan dapat merasakan indahnya “berhubungan” dengan Sang Pencipta. Sholat yang sesuai hadith Rosulullah SAW adalah lebih baik daripada tidur, jika dilakukan sambil memikirkan score pertandingan sepakbola, justru akan membuat badan dan pikiran menjadi semakin kelelahan. Sholat yang seharusnya lebih baik dari yoga, bisa saja menjadi lebih berat dari mengangkat 1 kwintal beras, hanya karena kita memikirkan hal lain yang tidak pada tempatnya. Bagaimana mungkin kita mengatakan bahwa “sholat itu nikmat”, jika kita sendiri lupa, surat-surat apa saja yang barusan kita baca ketika sholat.

Kita akan kehilangan momen ketika kita tidak fokus dalam setiap hal yang sedang terjadi pada diri kita. Kehilangan momen berarti kehilangan makna. Kehilangan makna berarti kita tidak bisa mengatakan pada dunia seperti apa rasanya apa yang telah terjadi dalam diri kita.

Bagaimana mungkin Continue reading Bahagia adalah Merasakan Makna

Pengalaman di KJRI Jeddah : Pembuatan Passport Anak

Saya adalah warga Indonesia yang saat ini sedang tinggal di Jeddah. Saya tinggal di Jeddah sejak 23 Februari 2010 yang lalu. Alhamdulillah, kehidupan di sini cukup tertata dan baik.

Pada kesempatan kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman saya berhubungan dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Saya sering mendapat berita-berita kurang sedap tentang apa yang terjadi di birokrasi di KJRI Jeddah. Saya sempat “parno” waktu itu, karena pada akhirnya juga saya harus berhubungan dengan birokrasi di KJRI Jeddah.

Pengalaman pertama saya waktu berhubungan dengan KJRI Jeddah adalah ketika anak pertama saya lahir pada Oktober 2011. Beberapa bulan setelahnya saya mengurus akta kelahiran dan passport anak saya di KJRI. Sebelum saya ke KJRI, dari orang di jalanan, saya mendengar tentang calo-calo dan pungli-pungli di sana. Otomatis saya down sebelum “berperang”.

Dengan sangat terpaksa saya nekat maju ke KJRI, Continue reading Pengalaman di KJRI Jeddah : Pembuatan Passport Anak

Menghadapi Boss Tua yang Pemarah

Apakah anda memiliki boss yang sudah tua? Boss yang gemuk? Boss yang sering marah? Atau mungkin kita dapat menyebutnya seorang Boss yang tua, gemuk, dan mudah marah? Jika jawabannya “ya”, anda harus membaca artikel ini. Tapi jika jawabannya “tidak”, maka anda boleh membaca artikel ini juga, sebab siapa tahu anda suatu saat akan menemukan hal serupa.

Ketika kita di tempat kerja, kita mungkin menemukan beberapa macam atasan. Kadang, mungkin juga kita menemui boss dengan jenis tua,gemuk dan mudah marah. Dan jika saat itu tiba, kita tidak memiliki persiapan, kita akan gagal bertahan.

Jenis boss yang suka marah, sering membuat kita gugup atau gelisah. Hal ini karena energi kemarahan si Boss tertransfer ke jiwa kita dan menghalangi energi positif kita. Ketika itu terjadi, kita sering menjadi frustasi, tidak dapat konsentrasi pada pekerjaan kita.

Tentunya, sangat mungkin akan membuat kita tidak produktif lagi. Ketika kondisi semakin buruk, dampaknya membahayakan posisi kita di tempat kerja.

Continue reading Menghadapi Boss Tua yang Pemarah

Tips untuk Pendatang Baru

Tinggal di beberapa tempat yang berbeda di dunia ini kadang membutuhkan energi ekstra. Butuh kekuatan, tidak harus besar, tapi halangan yang terjadi terkadang bisa membuat anda jatuh. Kita membutuhkan kekuatan yang selalu meniupkan harapan bila sering melakukan ini.

Ketika seseorang pergi ke tempat yang baru, lingkungan yang baru, tempat kerja yang baru, atau sekolah yang baru, mereka memiliki satu julukan baru, ‘NEWCOMER’ atau dalam bahasa Indonesia adalah ‘PENDATANG BARU’. Beberapa dari mereka disebut ‘nut’ newcomer, dan beberapa yang lain ‘great’ newcomer. Selalu ada perbedaan yang jelas antara keduanya. Seorang ‘nut’ akan gagal untuk menyesuaikan diri dengan dunianya yang baru dan seorang ‘great’ bisa menyesuaikan dengan lingkungan yang baru, karena mereka adalah pemenang. Saya tidak akan mengatakan apapun tentang seorang ‘nut’ tapi kita akan bahas lebih jauh tentang seorang ‘great’. Anda ingin menjadi yang ‘great’ bukan?

Menjadi seorang ‘great newcomer’, sebenarnya bukan perkara yang susah, bahkan anda bisa mengatakan itu mudah, sangat mudah. Tapi terkadang, seseorang tidak berhasil, mungkin karena dia belum mengetahui peraturannya. Ada beberapa peraturan dasar yang harus mereka pahami. Saya akan mencoba untuk menyampaikannya satu per satu.

Peraturan No. 1 Continue reading Tips untuk Pendatang Baru

Mengelola Kegelisahan

Kegelisahan adalah perasaan kekhawatiran dan takut tentang sesuatu yang mungkin terjadi. Kegelisahan dapat terjadi disebabkan oleh masalah yang terlalu banyak yang timbul dari masyarakat sekitar kita. Setiap orang dalam lingkungan kita yang memiliki hubungan dengan kita memungkinkan untuk dapat membuat kita merasa gelisah jika kita tidak dapat mengelola perasaan kita dengan baik. Untuk mengelola perasan ini kita harus selalu siap untuk menghadapi kenyataan, mencoba lebih ikhlas, tidak mudah panik, dan berpikir positif.

Saat kita menghadapi rasa gelisah, kita butuh kemampuan untuk menghadapi realita di depan kita. Anda harus mempersiapkan perasaan anda untuk mengahadapinya. Anda harus mengatakan, “Inilah waktu yang harus saya hadapi sekarang”. Pada masa lalu, seseorang mungkin ada masanya memiliki banyak uang, tapi sekarang, mungkin dia berada pada waktu dimana dia memiliki banyak hutang yang harus dia bayar. Atau mungkin pada masa lalu, kita menjadi orang yang dipersalahkan, dan sekarang kita malah menjadi orang yang dihormati. Kemarin, kita berada pada kondisi yang sehat, tapi sekarang kita harus menerima kenyataan bahwa kita sakit. Betapa beruntungnya kita jika saat kita menghadapi masalah kita bisa mengendalikannya dengan tidah mengatakan “uh.. saya berharap semua seperti dulu?!”, karena itu adalah kalimat sia-sia dan kita harus menyadari bahwa masa lalu telah pergi dan tidak akan kembali lagi. Satu satunya hal yang harus kita ucapkan adalah “sekarang adalah sekarang, dan saya akan menjadi orang yang lebih baik besok.” Itulah yang namanya semangat!
Continue reading Mengelola Kegelisahan