Category Archives: Informasi

Memahami Pengertian Obsessive-Compulsive Disorder

Akhir-akhir ini saya sedang tertarik dengan sebuah kelainan jiwa yang bernama Obsessive-Compulsive Disorder a.k.a. OCD. Saya sendiri baru tahu istilah ini setelah ada berita yang menyatakan bahwa salahsatu pemeran karakter utama dalam film Harry Potter ternyata mengalami ini.

Secara bahasa, sebenarnya Obsessive (obsesif) itu berarti keinginan seseorang yang kuat terhadap sesuatu. Jadi ketika anak gadis kelas satu SMA naksir dengan kakak tingkatnya, si anak gadis tersebut bisa disebut sebagai seseorang yang mengalami obsessive, atau katakanlah terobsesi. Nah, sedangkan compulsive itu artinya ternyata secara bahasa berarti istiqomah! jadi misalkan begini kalimatnya “si Joni itu sangat compulsif (compulsive) dalam menjaga kerapian kamarnya”. Jadi compulsif juga berarti perilaku teratur dan konsisten terhadap suatu kegiatan tertentu.

Akan tetapi, dalam dunia kesehatan jiwa ternyata obsesif dan compulsif ini ternyata berarti lain. Obsesi ternyata diartikan sebagai pikiran yang tidak diinginkan yang seringkali datang rutin terus-menerus yang seringkali membuat orang yang mempunyai obsesi ini merasa tidak nyaman. Jatuh Cinta, menurut saya adalah bagian dari perilaku obsesif ini. Sedangkan Kompulsif diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh obsesi.

Obsessive dan Compulsive ini sebenarnya normal terjadi pada banyak orang. Hanya saja hanya bisa dikatakan menjadi Disorder, hanya jika keberadaannya benar-benar mengganggu kehidupan orang yang mengalaminya.

Sementara ini, berdasarkan bahasan di atas, OCD ini sepertinya yang diserang adalah ketenangan pikiran dan hati. Jadi solusi awal mungkin adalah dzikrullah dan sholat malam kali ya. Saya percaya bahwa mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah salah satu cara terbaik dalam menjaga ketenangan pikiran dan hati.

Ohya, saya bukan psikiater, yang di atas itu cuma sok tahu aja, asal analogi aja. Jadi jika di antara anda ada yang mengalami gejala yang sama, psikiater adalah seseorang yang sebaiknya anda temui.

Semangat! ^_^

Advertisements

Pengalaman di KJRI Jeddah : Surat Pengantar Cuti

Lagi-lagi, saya berhubungan dengan birokrasi KJRI Jeddah. Kali ini adalah dalam rangka rencana saya cuti. Waktu itu saya berencana cuti tanggal 4 Agustus 2012. Tiket pesawat menunjukkan bahwa saya akan berangkat ke Indonesia tanggal 4 Agustus 2012 pagi jam 4.

Sekitar 1 minggu sebelum keberangkatan ke Indonesia, saya mendapat kabar dari rekan kerja saya yang juga dari Indonesia, bahwa saya harus membuat semacam surat pengantar cuti di KJRI.

Berbeda dengan ketika mengurus paspor anak, saat ingin mengurus surat cuti ini, hati saya tenang, karena saya tidak “parno” lagi dengan birokrasi di KJRI Jeddah. Perngalaman pertama sangat baik, jadi selanjutnya saya berharap juga baik.

Karena kesibukan pekerjaan, saya baru bisa mengurus surat itu hari Rabu, 1 Agustus 2012. Saya kemudian langsung masuk ke loket bagian ketenagakerjaan, yang berseberangan dengan loket membuat paspor. Di tempat itu saya langsung mengambil formulir pendaftaran yang di dalamnya tertulis syarat-syarat pembuatan surat cuti tersebut. Waktu itu saya mengalami kesulitan mengisi formulir pada bagian “No. ID majikan terakhir”, saya bingung. Dalam hati saya bertanya, “emang majikan saya siapa? pake nomor iqama lagi,…”.

Mengetahui saya kebingungan, salah satu petugas, yang duduk di loket paling tengah langsung meminta fotokopi paspor saya dan menunjukkan “No ID” yang dimaksud, trus, Continue reading Pengalaman di KJRI Jeddah : Surat Pengantar Cuti

Pengalaman di KJRI Jeddah : Pembuatan Passport Anak

Saya adalah warga Indonesia yang saat ini sedang tinggal di Jeddah. Saya tinggal di Jeddah sejak 23 Februari 2010 yang lalu. Alhamdulillah, kehidupan di sini cukup tertata dan baik.

Pada kesempatan kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman saya berhubungan dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Saya sering mendapat berita-berita kurang sedap tentang apa yang terjadi di birokrasi di KJRI Jeddah. Saya sempat “parno” waktu itu, karena pada akhirnya juga saya harus berhubungan dengan birokrasi di KJRI Jeddah.

Pengalaman pertama saya waktu berhubungan dengan KJRI Jeddah adalah ketika anak pertama saya lahir pada Oktober 2011. Beberapa bulan setelahnya saya mengurus akta kelahiran dan passport anak saya di KJRI. Sebelum saya ke KJRI, dari orang di jalanan, saya mendengar tentang calo-calo dan pungli-pungli di sana. Otomatis saya down sebelum “berperang”.

Dengan sangat terpaksa saya nekat maju ke KJRI, Continue reading Pengalaman di KJRI Jeddah : Pembuatan Passport Anak