Category Archives: Opini

Antara Wanita, Dapur, Sumur dan Kasur

Dewasa ini topik bahasan tentang Wanita dalam kaitannya dengan tugas-tugas rumahtangganya menjadi mendadak hangat. Apalagi setelah terbentuknya komnas perlindungan wanita dan hadirnya aktifis HAM.

Kembali ke masalah wanita dan tugas-tugas rumahtangganya, seiring berjalannya waktu, muncullah istilah “wanita itu ya dapur-kasur-sumur”. Ya marah lah itu banyak wanita, apalagi si aktifis-aktifis perempuan itu. Banyak wanita yang tidak terima. Ya jelas aja wong penyampaiannya kasar sekali…

Walau begitu saya sebenarnya heran, kenapa harus marah?
Tak dipungkiri mungkin bagi sebagian wanita, kata “dapur-kasur-sumur” memang sedikit kasar, tapi sebenarnya, kalau mau jujur, emang mana salahnya? itu kan nama-nama lokasi saja.

Lagipula harus dimana lagi wanita harus mengembangkan profesionalismenya? Continue reading Antara Wanita, Dapur, Sumur dan Kasur

Bermimpi, salahkah ?

Beberapa orang men-share mimpinya ke dunia maya, facebook, twitter, blog dan lain sebagainya. Salah kah?
Tergantung.
Tergantung niatnya, dan ini hanya dia dan Allah saja yang tahu tentang apakah dia men-share mimpinya itu untuk memberi semangat pada dirinya sendiri, atau hanya sekedar pamer, menunjukkan pada dunia bahwa dia hebat karena punya mimpi. “hebat karena punya mimpi”, iya, emang akhir2 ini mempunyai mimpi sedang nge-trend. Dan karena ini hanya dia dan Allah yang tahu, maka sebaiknya kita ndak usah banyak komentar dan mengurusi mimpi orang lain. Ini karena urusan mimpi adalah urusan masing-masing.

“Bermimpi”, akhir-akhir ini nge-trend karena sedang maraknya seminar-seminar motivasi, film-film motivasi dan buku motivasi. “The Secret” adalah sebuah contoh buku yang melandasi dan menjadi sebab kenapa “bermimpi” akhir-akhir ini menjadi suatu trend yang keren, karena keren, sebagian orang menge-share-nya di jejaring sosial, agar dia terlihat keren atau mungkin agar dia malu jika dia tidak berhasil mewujudkannya, dan ini berarti “menge-share mimpi” berarti penyemangat.

Haruskah mimpi divisualisasi/dituliskan? Continue reading Bermimpi, salahkah ?

Ibu Rumah Tangga dan Pola Pikir Sarjana

Jadi kali ini ceritanya seperti ini, ada seorang sarjana putri yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga dan tidak bekerja setelah menikah. Dia ditanya oleh temannya selama kuliah dulu, yang sekarang sudah bekerja, “Eh, Jeng, kamu kok nggak bekerja? Trus buat apa dulu kuliah capek-capek dan lama?”. Kemudian sang ibu rumah tangga menjawab yang intinya, “seorang sarjana yang menjadi ibu rumah tangga itu memiliki pola pikir yang lebih dari sekedar lulusan SMA”.

Cerita di atas adalah cerita klasik sebenarnya. Yang menarik dari yang disampaikan di atas adalah bahwa sang ibu rumah tangga benar-benar memberi kesan bahwa seorang sarjana selalu mempunyai pola pikir yang lebih baik dari lulusan SMA.

Bagi saya, ini lucu sekali dan kurang tepat. Continue reading Ibu Rumah Tangga dan Pola Pikir Sarjana

Bekerja di Luar Negeri

Beberapa orang bilang kerja di luar negeri itu ndak enak…. berat… hmmm,… sebenarnya ga juga kok.. itu semua tergantung bagaimana kita menyikapinya saja. Kita mau tinggal di Jakarta, di Solo, di Tangerang, si Jeddah, di Paris atau di manapun kalau kita enjoy, why not?

Bagi para expatriat (sebutan untuk orang yang bekerja di luar negeri), bekerja di luar negeri memberi arti khusus. Banyak hal yang membuat orang-orang itu bisa bertahan lama, antara lain :

1. Petualangan
Mereka, yang lama di luar negeri itu, sangat menyukai petualangan, melihat tempat-tempat baru… luar biasa. Dunia ini luas, jadi kenapa kita harus terpaku pada satu daerah saja?

2. Perspektif Global
Orang-orang yang bekerja di luar negeri dan sanggup bertahan lama adalah orang-orang yang berfikir luas. Mereka adalah orang-orang yang cukup fleksible untuk menerima hal-hal baru yang sebelumnya tidak ada menjadi ada dalam dirinya.

3. Continue reading Bekerja di Luar Negeri

Pengalaman di KJRI Jeddah : Pembuatan Passport Anak

Saya adalah warga Indonesia yang saat ini sedang tinggal di Jeddah. Saya tinggal di Jeddah sejak 23 Februari 2010 yang lalu. Alhamdulillah, kehidupan di sini cukup tertata dan baik.

Pada kesempatan kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman saya berhubungan dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Saya sering mendapat berita-berita kurang sedap tentang apa yang terjadi di birokrasi di KJRI Jeddah. Saya sempat “parno” waktu itu, karena pada akhirnya juga saya harus berhubungan dengan birokrasi di KJRI Jeddah.

Pengalaman pertama saya waktu berhubungan dengan KJRI Jeddah adalah ketika anak pertama saya lahir pada Oktober 2011. Beberapa bulan setelahnya saya mengurus akta kelahiran dan passport anak saya di KJRI. Sebelum saya ke KJRI, dari orang di jalanan, saya mendengar tentang calo-calo dan pungli-pungli di sana. Otomatis saya down sebelum “berperang”.

Dengan sangat terpaksa saya nekat maju ke KJRI, Continue reading Pengalaman di KJRI Jeddah : Pembuatan Passport Anak

Dakwah yang Menunggu

Dakwah, haruskah menunggu?

Kenyataan menyedihkan di dunia dakwah saat ini, salah satunya adalah bahwa dakwah haruslah menunggu. Kader-kader dakwah hanya menunggu perintah dari, katakanlah, atasan, untuk bergerak. Jika atasan tidak memerintahkan kader dakwah untuk bergerak, maka kader dakwah hanya diam dan menunggu. Bahkan, ide-ide menarik yang bermunculan di forum-forum dakwah hanya menguap menjadi sebatas wacana, panas di diskusi, kandas sebelum eksekusi.

Sisi baiknya adalah, karena perintah hanya mengalir dari satu sumber saja, tentunya, ini akan menjaga kesolidan suatu pergerakan dakwah.

Sisi buruknya adalah bahwa pada akhirnya, dakwah ini akan ketinggalan daripada gerakan-gerakan lain. Kenapa? Karena Dakwah yang seperti ini tidak akan berkembang dengan baik. Gerakan dakwah yang merupakan gerakan besar, hanya dipikirkan oleh satu atau sekelompok orang saja. Maka hambatan ini nyata.

Lalu apakah kader-kader dakwah harus dibebaskan untuk mengambil inisiatif sendiri-sendiri? tidak juga. Dakwah ini tetap harus terorganisir dengan baik. Oleh karena itu, permasalahan ini harus dijembatani.

Jembatan itu adalah bahwa dakwah tidaklah harus menunggu, tapi tetap terkoordinasi. Salahsatunya adalah dengan pembuatan semacam bank aspirasi/ide, yang dikelola oleh para atasan dalam dakwah, untuk menyerap ide-ide segar dari para kader dakwah. Dari bank aspirasi tersebut, maka para atasan bisa memilah-milah, mana ide yang baik untuk inovasi pergerakan dakwah selanjutnya dan mana yang tidak.

Kader dakwah yang jumlahnya jutaan ini, tentunya mempunyai ide sebanyak jutaan juga, atau bahkan lebih. Ini adalah potensi tak kentara yang luar biasa sebuah gerakan dakwah yang seharusnya benar-benar dikelola dengan baik.
Continue reading Dakwah yang Menunggu

Indonesia terkait Lady Gaga : berdaulat atau tidak berdaulat?

Assalamu’alaykum.wr.wb.
Betapa menyenangkan hari ini,…
…Alhamdulillah…

Ohya,
Baru-baru ini saya membaca bahwa Negara Indonesia dikatakan tidak berdaulat. Hal ini terkait dengan rencana konser yang akan dilakukan oleh Lady Gaga di Indonesia pada bulan Juni 2012. Konser yang akan melibatkan penyanyi top asal Amerika itu tidak mendapatkan izin dari Polda Metro Jaya. Pada akhirnya, konser Lady Gaga dibatalkan.

Continue reading Indonesia terkait Lady Gaga : berdaulat atau tidak berdaulat?

” Merokok itu Hak Asasi Setiap Orang “

Benarkah?

Berdasarkan berita yang tertulis pada link di bawah ini :

http://us.news.detik.com/read/2012/04/18/124638/1895222/10/ruang-khusus-merokok-ketua-mk-merokok-hak-asasi-setiap-orang

Ketua MK Mahfud MD mengatakan bahwa “Merokok itu hak asasi setiap orang,”.

Berikut ini adalah screenshot beritanya :

Apakah benar merokok itu adalah termasuk dalam hak asasi manusia? Saya benar-benar penasaran dengan yang diungkapkan oleh ketua MK tersebut. Makanya kemudian saya mencari-cari bahan di beberapa tempat untuk menjawab rasa penasaran saya itu.

Pencarian bahan tentang Hak Asasi Manusia (HAM), hasilnya adalah sebagai berikut : Continue reading ” Merokok itu Hak Asasi Setiap Orang “

Bekerja Jujur, Bermain Cantik, Bukan Penjilat

Dalam lingkungan kerja kita, sering kita temui seseorang yang terlalu over-akting. Seseorang yang selalu mencoba bertindak seolah-olah dia adalah terhebat di depan atasan. Orang ini akan melakukan apapun untuk membuat atasan senang, meski dengan cara yang salah.

Seseorang yang saya maksud ini adalah orang yang selalu dipenuhi dengan rasa benci, yang selalu dipenuhi rasa yang membuat dia sendiri marah atau tidak nyaman ketika temannya berhasil dalam pekerjaannya. Orang seperti ini memiliki keunikan (atau boleh kita katakan : abnormal) terhadap perhatian pada kesuksesan orang lain. Dia cenderung berpikir bahwa kesuksesan seseorang akan mengakhiri mimpinya. Kekhawatiran yang tak beralasan ini menggerakkan dia untuk berbuat tidak baik pada orang lain. Dia akan melakukan apapun untuk membuat orang sekitarnya gagal meraih mimpinya sehingga dia akan menjadi terbaik dibanding yang lain. Seringnya, dia melakukan apapun dengan menggunakan cara kotor untuk mencapai tujuannya.

Ini tidak baik, kawan…
Continue reading Bekerja Jujur, Bermain Cantik, Bukan Penjilat