Category Archives: Renungan

Yaa Rabb, betapa kami sangat iri

Rabi'ah Al Adawiyah, Egypt July 2013

(sebuah surat cinta untuk saudaraku yang berjuang di Rab’ah Al Adaweeyah, Kairo, Mesir)

Wahai kalian yang dimuliakan Allah
Wahai kalian yang berjuang di jalan Allah
Tahukah kalian bahwa dengan hati kalian yang bersih, maka sesungguhnya kalian berada ditempat terdekat dengan Allah?

Kalian setulus hati memberikan segenap jiwa-raga kepada Allah..
Kalian berkumpul-bergerak agar tegak kejayaan Dinullah..

Kalian tahu dan sadar bahwa musuh ada di sekeliling kalian,
Tapi kalian juga tahu dan sadar, bahwa kematian bukanlah akhir sebuah perjalanan…
Justru, bagi kalian itu adalah keberkahan,..

Wahai Saudaraku yang sedang berjuang di Rab’ah Al Adaweeyah, Mesir…
Kalian sedang melawan tirani!
Kalian sedang berjihad!
Dan ketika kami lihat kalian masih terjaga dalam amalan-amalan sholeh, Yaa Rabb, kami iri sekali,…
Apalagi ini adalah bulan Ramadhan yang suci…
Sungguh, kami tidak bisa bayangkan betapa besar keutamaan yang telah kalian dapati..

Wahai saudaraku yang sedang berjuang menegakkan keadilan dengan hati,..
Doa kami selalu mengiringi,..
Lanjutkanlah tugas suci ini,…
Semoga Allah SWT selalu melindungi,…

Allahu Akbar!!!

Dini hari, Jeddah, 1 Agustus 2013

Ikhwan Pemalu dan Pernikahan Karena Allah

Selain cerita yang kemarin itu, ternyata ada juga cerita menarik yang lain. Kali ini tentang ikhwan pemalu yang jatuh cinta kepada seorang akhwat tak kalah pemalunya. Keduanya aktif di salah satu LDK di Universitas terkenal di Indonesia. Mereka berdua berada di sebuah jamaah yang mempunyai tradisi menikah melalui perantara.

Sebagian orang menilai menikah dengan perantara adalah keharusan, karena ini demi terjaganya hati seseorang. Di lain pihak, tidak sedikit juga yang menilai bahwa menikah melalui perantara terkesan tidak “jantan” atau “cemen”, karena Sang Ikhwan tidak berani sendiri berhadapan langsung di hadapan orangtua dan/atau si Akhwat yang akan dilamarnya.

Sayangnya yang ingin saya ceritakan kali ini bukanlah tentang baik-tidaknya menikah dengan perantara, melainkan cerita Sang Ikhwan yang ingin menikah melalui perantara ini tadi.

Begini ceritanya,… Continue reading Ikhwan Pemalu dan Pernikahan Karena Allah

Syarat Seorang Akhwat dan Pernikahan Karena Allah

Katanya ada kisah seperti ini, ada seorang akhwat dan seorang ikhwan yang masih lajang, mereka berdua saling mencintai. Mereka saling jatuh hati, hanya saja, mereka berdua tidak saling mengetahui bahwa mereka sebenarnya saling mencintai.

Hubungan mereka berdua, dilihat dari sisi luarnya seperti tidak ada apa-apa. Mereka berada dalam sebuah organisasi lembaga dakwah kampus yang sama, dan mereka profesional dalam menjalankan amanah mereka berdua di sana. Mereka berdua tahu caranya bersikap kepada satu sama lainnya secara syar’i, tanpa menampik bahwa sebenarnya mereka saling mencintai. Karena sikap mereka berdua yang profesional inilah mereka tidak tahu satu sama lainnya bahwa mereka sebenarnya saling mencintai.

Setelah kedua ikhwan-akhwat tersebut lulus dan sama-sama bekerja, sang ikhwan memutuskan untuk melamar sang akhwat. Sang akhwat kemudian mengajukan sebuah syarat, ini karena berdasarkan pengetahuan sang akhwat, mengajukan syarat itu adalah normal berdasarkan buku-buku yang ia baca. Syarat yang diajukan akhwat itu sebenarnya biar terlihat romantis saja gitu, tapi ternyata sang ikhwan berpendapat lain. Continue reading Syarat Seorang Akhwat dan Pernikahan Karena Allah

Antara Debat dan Diskusi

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman update status di facebook, yang intinya, “seringkali perdebatan bukanlah untuk mencari solusi, akan tetapi hanya ajang mempertahankan ego untuk mendapatkan pengakuan”. Ini adalah pemikiran yang cukup sederhana sebenarnya, tetapi banyak orang yang tidak menyadarinya. Pada kesempatan ini saya ingin menguraikan update status beliau itu.

Saya mengikuti beberapa forum atau grup diskusi di berbagai tempat, baik di facebook maupun di mailing list. Seringkali, peserta diskusi (debat), hanya mementingkan pendapat pribadinya. Mereka bahkan tidak bersedia meng-counter pendapat atau menjawab pertanyaan peserta diskusi yang lain, tetapi justru memunculkan topik baru. Ini kan sangat bodoh.

Sebaiknya memang kata “diskusi” dan “debat” harus benar-benar dipisahkan. Diskusi adalah pembicaraan yang mengarah ke pencarian kebenaran/solusi, sedangkan debat adalah pembicaraan yang mengarah pada pertahanan opini saja. Diskusi menggunakan kedewasaan berfikir, sedangkan debat menggunakan ego. Saya yakin jika kita menemui diskusi atau perdebatan, kita akan dapat membedakannya dengan mudah.

Jadi sebenarnya Continue reading Antara Debat dan Diskusi

Bahagia adalah Merasakan Makna

Sangatlah rugi, seseorang yang melewatkan momen yang terjadi dalam hidupnya. Seseorang yang waktu sholat memikirkan score pertandingan sepakbola. Seseorang yang memikirkan pekerjaan ketika makan malam bersama keluarga. Seseorang yang memikirkan teka-teki game ketika harus belajar fisika.

Syarat bahagia, menurut saya, adalah sederhana saja, salahsatunya adalah tidak kehilangan setiap momen yang terjadi dalam hidup.

Seseorang yang waktu sholat memikirkan score pertandingan sepakbola, tidak akan dapat merasakan indahnya “berhubungan” dengan Sang Pencipta. Sholat yang sesuai hadith Rosulullah SAW adalah lebih baik daripada tidur, jika dilakukan sambil memikirkan score pertandingan sepakbola, justru akan membuat badan dan pikiran menjadi semakin kelelahan. Sholat yang seharusnya lebih baik dari yoga, bisa saja menjadi lebih berat dari mengangkat 1 kwintal beras, hanya karena kita memikirkan hal lain yang tidak pada tempatnya. Bagaimana mungkin kita mengatakan bahwa “sholat itu nikmat”, jika kita sendiri lupa, surat-surat apa saja yang barusan kita baca ketika sholat.

Kita akan kehilangan momen ketika kita tidak fokus dalam setiap hal yang sedang terjadi pada diri kita. Kehilangan momen berarti kehilangan makna. Kehilangan makna berarti kita tidak bisa mengatakan pada dunia seperti apa rasanya apa yang telah terjadi dalam diri kita.

Bagaimana mungkin Continue reading Bahagia adalah Merasakan Makna

Lakukanlah karena Allah SWT

Menikahlah karena Allah,…

Iya
Menikahlah benar-benar karena Allah…

Tentunya kita mempunyai kriteria seperti apa yang kita harapkan untuk menjadi pasangan kita kelak. Bagi laki-laki, mungkin kriterianya adalah wanita impian yang berarti wanita shaliha yang berparas cantik, pandai, kaya dan lain-lain. Bagi wanita, mungkin kriterianya adalah pria impian yang berarti laki-laki shalih yang ganteng, cerdas, mapan dengan pekerjaan yang bisa diandalkan serta selalu ada untuk sang wanita.

Bukan merupakan kesalahan, jika kita ingin menikahi pasangan yang sesuai dengan kriteria yang kita harapkan. Akan tetapi, Continue reading Lakukanlah karena Allah SWT

Bahagia-lah!

William Feather mengatakan, “..Tidak ada orang yang gagal, selama orang itu menikmati hidupnya..”

Saya ingin bertanya pada anda,
Apakah anda bahagia? Dengan kehidupan anda?

Ada banyak orang di dunia yang kejam ini merasa tidak bahagia. Mereka cenderung mengeluh. Mereka selalu mengeluh tentang hidup mereka. Ketika mereka kecelakaan, mereka selalu menyalahkan orang lain. Mereka selalu mencari siapa yang bersalah atas sesuatu yang tidak menyenangkan yang terjadi pada mereka. Sudut pandang mereka terlalu sempit. Terlalu sederhana. Sebenarnya dunia ini tidak sesederhana yang mereka bayangkan. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan itu sendiri.

Akan lebih baik jika kita memulai hari kita dengan senyum yang tulus, menyapa semua orang dengan senyum yang indah. Sangatlah menyenangkan jika kita melihat orang lain tersenyum, bukan? Jadi, kenapa tidak kita coba memulai hari kita dengan senyum yang indah? Kita bisa membuat dunia ini menarik jika kita bisa membuat orang lain tersenyum.
Continue reading Bahagia-lah!

Memaafkan

Maaf, adalah sebuah hadiah yang diberikan pada seseorang yang telah berbuat kesalahan baik kesalahan yang besar maupun kecil. Kadang, kata maaf hanya diberikan jika diminta, tapi kadang tidak. Sulit memang, bahkan sangat sulit, untuk memberi maaf pada seseorang yang bersalah terutama jika orang tersebut telah melakukan kesalahan yang besar, seperti membakar sekolah atau sesuatu yang besar atau berharga bagi hati seseorang.. tapi tetap saja..masih “sulit”,.. bukan berarti bahwa tidak mungkin bisa… Kadang, mendapatkan maaf membutuhkan energi ekstra, pemikiran ekstra..

Kenapa maaf, terkadang, sulit sekali diberikan?

Seseorang mengatakan, “..sulit untuk memaafkan seseorang karena dia terlalu mudah untuk berbuat salah..” yang lain mengatakan, “..meminta izin lebih sulit daripada minta maaf…”

Memaafkan bukan persoalan kenapa. Tapi memaafkan adalah tentang hidup. Tentang sesuatu yang lebih besar daripada uang, sesuatu yang lebih berat dari gunung. Ini adalah tentang persahabatan. Sesuatu yang membuat kita merasa berharga hidup di dunia yang kejam ini. Sesuatu yang bisa membuat hidup kita lebih berwarna.
Continue reading Memaafkan