Category Archives: Nasehat Ustadz

Persiapan Teknis dan Non Teknis Bagi Calon Jamaah Haji

Oleh : Ustadz Abdullah Haidir

Musim haji kembali tiba, banyak kaum muslimin yang telah bersiap-siap menunaikannya. Sekedar sharing, saya ingin menyampaikan beberapa point yang patut dipersiapkan, baik yang bersifat teknis, maupun non teknis. Continue reading Persiapan Teknis dan Non Teknis Bagi Calon Jamaah Haji

Advertisements

Ketika orang tertidur kau terbangun, itulah susahnya.

“Ketika orang tertidur kau terbangun, itulah susahnya.

Ketika orang merampas kau membagi, itulah peliknya.

Ketika orang menikmati kau menciptakan, itulah rumitnya.

Ketika orang mengadu kau bertanggungjawab, itulah repotnya.

Oleh karena itu, tidak banyak orang bersamamu di sini, mendirikan imperium kebenaran.”

~ Ustadz Rahmat Abdullah” ~

Aku Rindu Dengan Zaman Itu…

Aku Rindu Dengan Zaman Itu…

Aku rindu zaman ketika “halaqoh” adalah kebutuhan,
bukan sekedar sambilan apalagi hiburan

Aku rindu zaman ketika “membina” adalah kewajiban,
bukan pilihan apalagi beban dan paksaan

Aku rindu zaman ketika “dauroh” menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan

Aku rindu zaman ketika “tsiqoh” menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi kecurigaan

Aku rindu zaman ketika “tarbiyah” adalah pengorbanan,
bukan tuntutan dan hujatan

Aku rindu zaman ketika “nasihat” menjadi kesenangan,
bukan su’udzon atau menjatuhkan

Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da’wah ini

Aku rindu zaman ketika “nasyid ghuroba” menjadi lagu kebangsaan

Aku rindu zaman ketika hadir di “liqo” adalah kerinduan, dan terlambat adalah kelalaian

Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh dakwah di desa sebelah

Aku rindu zaman ketika akan pergi liqo selalu membawa uang infak, alat tulis, buku catatan dan Qur’an terjemahan ditambah sedikit hafalan

Aku rindu zaman ketika seorang binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu depan diketok untuk mendapat berita kumpul subuh harinya

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya

Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya

Aku rindu zaman itu,..

Aku rindu…Ya ALLAH,..

Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami…

Jangan Kau jadikan hidup ini hanya berjalan di tempat yang sama…
~ Ustadz Rahmat Abdullah ~